Kamis, 02 Februari 2012

Mau Sukses: Silakan Berkorban!


Kata berkorban adalah kata yang memprovokasi, tidak enak didengar oleh siapapun, karena berkorban mensyaratkan kita untuk memberikan apa yang kita miliki dan apa yang kita inginkan menjadi hak/bagian dari orang lain. Sebagian orang, bahkan saya mungkin termasuk didalamnya kadang tidak nyaman mendengar kata tersebut, itu wajar saja karena siapa yang mau kehilangan?, siapa yang mau melepas sesuatu yang kita inginkan?Apalagi berkorban untuk orang lain, yang bahkan kenalpun tidak. Bagaimana kita mau berkorban?
Tanpa kita sadari sebenarnya, sebuah pengorbanan adalah sesuatu yang kita butuhkan, karena berkorban itu menjadikan kita lebih peka terhadap lingkungan sekitar termasuk orang lain. Berkorban juga diperlukan saat kita menginginkan sesuatu yang lebih besar, bukankah hukum alam menyatakan ada “Aksi” dan “reaksi”?. Sebuah “Aksi” adalah suatu bentuk pengorbanan, sebuah “reaksi” adalah sesuatu yang kita inginkan.
Yang mungkin perlu menjadi catatan adalah kebanyakan orang mengharapkan “reaksi” yang besar dengan mengandalkan “aksi” yang kecil. Dengan usaha yang sedikit, mereka mengharapkan hasil yang banyak. Itulah mungkin kenapa banyak terjadi kejahatan di negeri ini, orang ingin kaya tidak mau bekerja keras, orang ingin sukses dengan cara instan.
Sebuah pengorbanan adalah syarat utama kita untuk lebih berkembang, menuju arah yang lebih baik, apa yang kita inginkan, apa yang hendak kita capai, pasti membutuhkan sebuah proses, dan proses tersebut sendiri adalah salah satu bentuk pengorbanan.
Kita harus mulai menyadari bahwa sebuah pengorbanan bukan hanya untuk keinginan diri sendiri, tapi kita juga harus bisa berkorban juga demi kebaikan orang lain. Orang tua, saudara, bahkan kepada orang lain yang baru kita kenal. Bukankan manusia paling baik adalah manusia yang paling bermanfaat bagi orang lain? Menjadi manusia yang bermanfaat bagi orang lain adalah salah satu bentuk pengorbanan.
Jadi, apa lagi yang kita tunggu, bukankan kita punya banyak keinginan, bukankah kita punya banyak ambisi, bukankah kita ingin sukses? maka mari kita jemput keinginan dan ambisi tersebut dengan pengorbanan, bagi diri sendiri dan orang lain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar